Penampilan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato sangat sederhana. Seragam mereka tampak tak sama, kendati setelan putih-putih, ada yang menggunakan seragam sekolah, kemeja putih polos, tampak juga kemeja dinas pegawai.
Itu karena pantia tak ada anggaran
pengadaan seragam, berbeda dengan Paskibra tingkat kabupaten, provinsi
bahkan nasional yang semua terlihat serba baru dan sama. Soal reragam,
mereka mengadakan sendiri. Ditengah keterbatasan itu, jangan ditanya
soal semangat.
Paskibra Taluditi, langsung menjadi
pembicaraan warga pasca mereka sukses menunaikan tugas menaikan bendera
merah putih, saat upacara detik-detik Proklamasi RI ke 71, di Desa
Pancakarsa II, Taluditi, Kamis (17/8) kemarin.
Hal itu karena perjuangan mereka yang
tidak biasa. Paskibra yang berasal dari siswa-siswi SMK Taluditi itu,
menunaikan tugas dengan kondisi lapangan yang becek karena berhari-hari
diguyur hujan. Upacara HUT RI tingkat Kecamatan Taluditi, kemarin
dimulai pukul 09.30 wita. Bertindak sebagai inspektur upacara Camat
Taluditi Irwanto Suparman,S.Ag.M.Si dan Kepala Desa Kalimas yang
bertugas memaca proklamasi
Suasana hening bercampur tegang, ketika
Paskibra mulai memasuki lapangan upacara. Semua mata peserta upacara
teruju pada siswa-siswi pilihan itu. Bunyi sepatu dan gerak jalan yang
tegap tiba-tiba senyap, tatkala mulai memasuki lapangan. Mereka memasuki
lapangan yang berair dan lumpur.
Air bercampur lumpur memancar keras
disetiap hentakan langkah para Paskibra. Hal tersebut membuat seragam
putih bersih yang mereka kenakan pun dipenuhi lumpur. Tak hanya itu,
beberapa anggota Paskibra lainnya pun harus merelakan sepatu mereka
terlepas akibat tertanam di lumpur.
Demi langkah agar tetap sama, sebian
anggota Paskibra itu tak menghiraukan sepatu mereka tertinggal. Kaos
kaki putih yang mereka kenakan juga penuh lumpur. Semangat mereka tak
kendor sedikit pun. Suara lantang langkah tegap dari Dadang Nuryadi (16)
siswa SMK Taluditi yang betugas sebagai Komandan Kelopok (DanpoK)
Paskibra, membuat haru pada peserta upacara, tak terkecuali Camat dan
unsur tripika yang hadir saat itu.
Seakan tak ada kendala yang berarti,
pengibaran sang saka merah putih berlangsung lancar. Dan para pasukan
Paskibra pun meninggalkan lapangan upacara dengan wajah yang tegap. Hal
ini pun mengundang rasa bangga dari para peserta upacara. Dan hanya
hitungan menit, pelaksanaan upacara bendera di Kecamatan Taluditi
ditengah lapangan becek itu, mendadak viral di media sosial (Medsos).
Dadang Nuryadi (16), kepada Gorontalo
Post mengatakan, dirinya dan para anggota Paskibra lainnya sangat
bersyukur, karena telah suskses melaksanakan tugas mereka dengan lancar
meski dengan kondisi lapangan yang berlumpur.
“Kami cukup kesulitan, karena sepatu
yang kami gunakan sering tertancap di lumpur yang cukup tebal. Berat
diangkat,”katanya. Bahkan banyak teman-temanya yang sepatunya copot, dan
terpaksa dibiarkan karena sudah tertanam dan tidak mungin lagi diambil.
“Tapi Alhamdulillah kami pun berhasil melaksanakan tugas dengan baik,”
ujar anak dari pasangan Rahmat Jahyadi dan Nurul Hidayat itu.
Siswa SMK 1 Taluditi ini menambahkan
bahwa, dalam upacara penurunan bendera pun mereka tetap mengenakan
seragam yang sudah dipenuhi lumpur itu. “Cuman ini seragam pak, jadi
tetap masih pakai ini seragam yang digunakan waktu upacara pengibaran,”
tambah Dadang. Mereka hanya menyeka seadanya lumpur yang menempel di
seragam. Untuk dicuci, tidak memungkinkan lagi karena akan digunakan
kembali saat upacara penurunan.
Kapolsek Taluditi, Iptu Wayan Subrata,
mengaku bangga dengan semangat para anggota Paskibra. Ia salut karena
mereka tak surut padahal perjuangan yang mereka hadapi cukup berat.
“Alhamdulillah upacaranya berjalan dengan lancar, dan kami sangat bangga
dengan perjuanga para anak-anak Paskibraka Taluditi dalam menunaikan
tugas mereka di tengah kondisi lapangan yang kurang baik akibat diguyur
hujan lebat,” pungkasnya.
Mengenai kondisi lapangan yang becek,
Iptu Wayan Subrata menuturkan, bahwa sempat ada rencana untuk berpindah
lokasi. Namun karena kondisi yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk
mencari tempat lain, mengingat lapangan tersebut memang sudah
dipersiapkan untuk pelaksanaan upacara bendera.
Camat Taluditi Irwanto
Suparman,S.Ag.M.Si mengatakan, meski anggota pasukan pengibar bendera
(Paskibra) tingkat Kecamatan Taluditi penuh dengan becek saat
mengibarkan, namun sukses dan berjalan penuh khidmat. “Di lapangan
sementara berlangsung pekemahan yang menjadi latar belakang pelaksanaan
upacara.
Mereka (Paskibra) juga sudah melakukan
latihan di lokasi ini,”ujarnya. Bahkan dengan kondisi itu mulai muncul
pesimis dari sebagian elemen masyarakat. Namun setelah dimusyawarahkan
ditingkatan Kecamatan bersama unsur tripika dan panitia, maka upacara
HUT Proklamasi tetap akan dilaksanakan dilapangan Taluditi, dengan
pertibangan kalau dipindahkan dilokasi lain maka desa yang ada di
Taluditi sangat berjauhan.
“Demikian juga dengan peserta yang sudah
disiapkan serta persiapan latihan formasi anggota Paskibra sudah matang
sehingga tidak ada alternatif lain,” ungkapnya.
No comments:
Post a Comment