Tewasnya Abdul Wahab Tuwadingo (51) warga Desa Wonggarasi Tengah, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato menimbulkan beragam cerita di masyarakat. Pria paruh baya itu meregang nyawa setelah diterjang dua buah timah panas di bagian punggung dan perut.
Insiden yang dialami Abdul Wahab Tuwadingo terjadi saat dirinya hendak dijemput tim buser Polres Pohuwato, Rabu (31/5) sekitar pukul 04.00 Wita. Abdul Wahab dituding terlibat serangkaian kasus pencurian/pembongkaran rumah di Kecamatan Marisa dan Paguat.
Ada dua versi sebab musabab hingga Abdul Wahab meregang nyawa diterjang peluru.
Versi Kepolisian menyebutkan, Abdul Wahab terpaksa ditembak lantaran hendak menyerang petugas. Peristiwa itu bermula ketika petugas Polres Pohuwato menangkap Iron di Kecamatan Wanggarasi, Rabu (31/5) pukul 02.30 Wita. Iron adalah tersangka pencurian/pembongkaran rumah di Kecamatan Marisa dan Paguat.
Saat diinterogasi, Iron mengaku beraksi bersama Abdul Wahab. Atas informasi tersebut, KBO Reskrim Ipda Rifi Noor bersama lima anggota tim buser polres menuju rumah Abdul Wahab di Desa Wanggarasi Tengah.
Kedatangan tim buser Polres Pohwato disambut istri Abdul Wahab, Tracy Rakinaung (46). Saat itu, Tracy menyampaikan bila suaminya tak ada di dalam rumah.
Beberapa kemudian, pria yang pernah mendekam di Lapas Boalemo itu terlihat keluar dari pintu belakang rumah. Ia mengenakan selimut sambil membawa sebilah parang. “Yang bersangkutan diduga hendak menyerang KBO Reskrim,” ujar Kapolres Pohuwato AKBP Ary Donny Setiawan.
KBO Reskrim Pohuwato Ipda Rifi Noor menghindar sekaligus melepaskan tembakan peringatan tiga kali. Abdul Wahab lari ke arah kebun. Pria beranak enam itu dikejar tim buser Polres Pohuwato. Saat saling kejar, Abdul Wahab ditengarai hendak menyerang petugas. Saat itu Abdul Wahab terlihat sedang mengangkat tangan sambil memegang parang.
Dooor…. Ipda Rifi Noor melepaskan tembakan ke arah Abdul Wahab. Timah panah melaju dari mulut pistol dan menembus pinggang kanan Abdul Wahab.
Dooor… tembakan kedua kembali mengarah ke Abdul Wahab. Kali ini tembakan tersebut mengenai punggung.
Pria yang kesehariannya bertani itu lantas tersungkur. Seketika itu Abdul Wahab langsung dipapah anggota buser Polres Pohuwato dan dilarikan ke Puskesmas Wonggarasi Tengah. Namun karena kondisinya sudah kritis, Abdul Wahab kembali dirujuk ke RSBP. Meski sempat mendapat penanganan tim medis, nyawa korban tak tertolong lagi.
Sementara itu versi keluarga mengklaim bila Abdul Wahab sengaja ditembak.
Adik Ipar Abdul Wahab, Afon Nento menyampaikan pengakuan istri Abdul Wahab (Tracy Rakinaung), sebelum tertembak Abdul Wahab sedang sahur bersama anak dan cucunya.
Usai sahur sekitar pukul 04.00 wita, Tracy yang sedang menonton televisi, mendengar mobil berhenti di depan rumah. Tak lama kemudian terdengar seseorang memanggil nama suaminya, Abdul Wahab.
“Istri korban takut untuk keluar. Beberapa menit kemudian ada orang yang mengetuk pintu dan kemudian mendobrak tanpa dipersilakan,” ujar Afon Nento.
Mendengar pintu didobrak, Abdul Wahab dari dalam kamar keluar menuju dapur. Mengetahui ada yang membuntuti dari belakang, Abdul Wahab yang hanya mengenakan sarung lari dari pintu dapur. Pada saat hendak lari, Abdul Wahab berpapasan dengan anggota Polres Pohuwato yang berada di luar dapur. Seketika itu terdengar suara tembakan sebanyak sekali.
Tracy Rakinaung yang mendengar suara tersebut kemudian lari ke dalam kamar dan melihat suaminya dari arah jendela. Pada saat ia melihat suaminya berlari namun dalam keadaan sempoyongan ke arah kebun belakang rumah. Tiba-tiba terdengar kembali suara tembakan untuk yang kedua kalinya, sehingga saat itu juga Abdul Wahab tersungkur.
Setelah Abdul Wahab tersungkur, beberapa orang anggota kemudian memanggil Tracy dan meminta mengenakan celana kepada AbduL Wahab.
“Usai dikenakan pakaiannya, korban kemudian diikat dibagian kaki dan tangan dengan menggunakan tali. Korban diangkat dua anggota ke mobil pick up berwarna putih dan diletakkan di belakang, kemudian dibawa ke Puskesmas Wonggarasi dan kemudian dirujuk ke RSBP, namun pada saat itu korban sudah menghembuskan nafas terakhir,” urai Afon Nento.
SUMBER BACAAN : http://hargo.co.id/berita/begini-kronologis-tewasnya-pencuri-yang-di-tembak-buser-polres-pohuwato.html
Insiden yang dialami Abdul Wahab Tuwadingo terjadi saat dirinya hendak dijemput tim buser Polres Pohuwato, Rabu (31/5) sekitar pukul 04.00 Wita. Abdul Wahab dituding terlibat serangkaian kasus pencurian/pembongkaran rumah di Kecamatan Marisa dan Paguat.
Ada dua versi sebab musabab hingga Abdul Wahab meregang nyawa diterjang peluru.
Versi Kepolisian menyebutkan, Abdul Wahab terpaksa ditembak lantaran hendak menyerang petugas. Peristiwa itu bermula ketika petugas Polres Pohuwato menangkap Iron di Kecamatan Wanggarasi, Rabu (31/5) pukul 02.30 Wita. Iron adalah tersangka pencurian/pembongkaran rumah di Kecamatan Marisa dan Paguat.
Saat diinterogasi, Iron mengaku beraksi bersama Abdul Wahab. Atas informasi tersebut, KBO Reskrim Ipda Rifi Noor bersama lima anggota tim buser polres menuju rumah Abdul Wahab di Desa Wanggarasi Tengah.
Kedatangan tim buser Polres Pohwato disambut istri Abdul Wahab, Tracy Rakinaung (46). Saat itu, Tracy menyampaikan bila suaminya tak ada di dalam rumah.
Beberapa kemudian, pria yang pernah mendekam di Lapas Boalemo itu terlihat keluar dari pintu belakang rumah. Ia mengenakan selimut sambil membawa sebilah parang. “Yang bersangkutan diduga hendak menyerang KBO Reskrim,” ujar Kapolres Pohuwato AKBP Ary Donny Setiawan.
KBO Reskrim Pohuwato Ipda Rifi Noor menghindar sekaligus melepaskan tembakan peringatan tiga kali. Abdul Wahab lari ke arah kebun. Pria beranak enam itu dikejar tim buser Polres Pohuwato. Saat saling kejar, Abdul Wahab ditengarai hendak menyerang petugas. Saat itu Abdul Wahab terlihat sedang mengangkat tangan sambil memegang parang.
Dooor…. Ipda Rifi Noor melepaskan tembakan ke arah Abdul Wahab. Timah panah melaju dari mulut pistol dan menembus pinggang kanan Abdul Wahab.
Dooor… tembakan kedua kembali mengarah ke Abdul Wahab. Kali ini tembakan tersebut mengenai punggung.
Pria yang kesehariannya bertani itu lantas tersungkur. Seketika itu Abdul Wahab langsung dipapah anggota buser Polres Pohuwato dan dilarikan ke Puskesmas Wonggarasi Tengah. Namun karena kondisinya sudah kritis, Abdul Wahab kembali dirujuk ke RSBP. Meski sempat mendapat penanganan tim medis, nyawa korban tak tertolong lagi.
Sementara itu versi keluarga mengklaim bila Abdul Wahab sengaja ditembak.
Adik Ipar Abdul Wahab, Afon Nento menyampaikan pengakuan istri Abdul Wahab (Tracy Rakinaung), sebelum tertembak Abdul Wahab sedang sahur bersama anak dan cucunya.
Usai sahur sekitar pukul 04.00 wita, Tracy yang sedang menonton televisi, mendengar mobil berhenti di depan rumah. Tak lama kemudian terdengar seseorang memanggil nama suaminya, Abdul Wahab.
“Istri korban takut untuk keluar. Beberapa menit kemudian ada orang yang mengetuk pintu dan kemudian mendobrak tanpa dipersilakan,” ujar Afon Nento.
Mendengar pintu didobrak, Abdul Wahab dari dalam kamar keluar menuju dapur. Mengetahui ada yang membuntuti dari belakang, Abdul Wahab yang hanya mengenakan sarung lari dari pintu dapur. Pada saat hendak lari, Abdul Wahab berpapasan dengan anggota Polres Pohuwato yang berada di luar dapur. Seketika itu terdengar suara tembakan sebanyak sekali.
Tracy Rakinaung yang mendengar suara tersebut kemudian lari ke dalam kamar dan melihat suaminya dari arah jendela. Pada saat ia melihat suaminya berlari namun dalam keadaan sempoyongan ke arah kebun belakang rumah. Tiba-tiba terdengar kembali suara tembakan untuk yang kedua kalinya, sehingga saat itu juga Abdul Wahab tersungkur.
Setelah Abdul Wahab tersungkur, beberapa orang anggota kemudian memanggil Tracy dan meminta mengenakan celana kepada AbduL Wahab.
“Usai dikenakan pakaiannya, korban kemudian diikat dibagian kaki dan tangan dengan menggunakan tali. Korban diangkat dua anggota ke mobil pick up berwarna putih dan diletakkan di belakang, kemudian dibawa ke Puskesmas Wonggarasi dan kemudian dirujuk ke RSBP, namun pada saat itu korban sudah menghembuskan nafas terakhir,” urai Afon Nento.
SUMBER BACAAN : http://hargo.co.id/berita/begini-kronologis-tewasnya-pencuri-yang-di-tembak-buser-polres-pohuwato.html

No comments:
Post a Comment