Monday, June 5, 2017

Kronologis 14 Mahasiswa Singapura Dikabarkan Hilang Terjabak Banjir di Pohuwato

Dikabarkan Hilang14 mahasiswa Nanyang Technologycall University, Singapura, saat ini sedang berada di Kabupaten Pohuwato.
Mereka belajar tentang pengelolaan lingkungan di daerah ini. Hanya saja, baru beberapa hari di Pohuwato, mereka sudah terjabak bencana banjir yang terjadi akibat kerusakan lingkungan.
Bahkan ke 14 mahasiswa asal negeri Singa itu, sempat dikabarkan hilang pada Ahad (4/6) kemarin.
Kabar hilangnya mahasiswa Singapura ini dikaitkan dengan bencana banjir yang melanda wilayah Pohuwato dalam beberapa hari terakhir. Meraka dikabarkan terjebak banjir dan hilang kontak./ Informasi itu akhirnya menjadi pesan berantai di sejumlah grup whatsapp.



Kabar tentang hilangnya 14 mahasiswa asal Nannyang Technologycall University Singapura beredar di sejumlah grup whatsapp milik warga, Ahad (4/6).
Dalam pesan berantai itu, dikabarkan tim Burung Indonesia yang menangani mahasiswa Singapura melakukan penelitian di Pohuwato itu, kehilangan kontak dengan mereka. Dimana, mahasiswa asal Singapura yang saat itu berada di Desa Mekar Jaya, Kabupaten Pohuwato, yang sebelumnya dikabarkan diterjang banjir.
Sontak informasi ini langsung beredar luas di kalangan masyarakat.
Kabar ini buru-buru dibantah tim Burung Indonesia. Kepada Gorontalo Post, Ahad (4/6), Kepala Program Manager Burung Indonesia Gorontalo, Amsuryawarman Amsa mengatakan, 14 mahasiswa Singapura itu hanya sempat sulit dihubungi.
Namun ia tidak membantak jika mereka terjebak banjir di Desa Lembah Permai, Kecamatan Wonggarasi, Kabupaten Pohuwato. Siang kemarin, sekira pukul 12.00 wita, ke 14 mahasiswa itu telah berhasil dievakuasi ke Desa Makar Jaya, Kecamatan Taluditi, Pohuwato.
“Mereka baik-baik saja kok, hanya saja, tadi pagi (kemarin,red) kami sedikit kesulitan untuk berkomunikasi dengan mereka, karena signal telkomsel di wilayah sana mendadak mati total,”katanya.
Karena sulit dihubungi, pihaknya langsung melakukan sejumlah upaya, termasuk evakuasi.
“Karena kami khawatir dengan kondisi mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut Amsuryawarman menambahkan, proses evakuasi terhadap mahasiswa Singapura itu dilakukan langsung oleh Tim SAR dari Kabupaten Pohuwato, yang langsung diperintahkan oleh Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga.
“Sebelumnya ada enam mahasiswa Singapura yang memang berada di Desa Lembah Permai itu, dan khawatirnya mereka akan terjebak banjir karena di dekat desa itu ada sungai Malango yang memang dalam keadaan meluap,” tambahnya. Namun saat ini menurut Amsuryawarman, secara umum kondisi seluruh mahasiswa itu dalam keadaan baik.
Kepala Baperlitbangda Pohuwato, Irfan saleh juga mengatakan mahasiswa asal Singapura yang berjumlah 14 orang telah dievakuasi ke Kecamatan Taluditi, akibat terjadinya bencana banjir.
Seperti diketahui, Kedatangan 14 orang mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) Singapura ke Pohuwato untuk untuk belajar tentang cara menjaga lingkungan.
Pohuwato dipilih karena memiliki keberagaman hayati. Mereka diterima secara resmi oleh Wakil Bupati Pohuwato Amin Haras di Marisa, pada Jumat (2/6).
Kedatangan mereka merupakan implementasi kesepakatan antara Burung Indonesia dengan Pemda Pohuwato tentang Program Restorasi Ekosistem dan Pengelolaan Bentang Alam Berkelanjutan di Pohuwato.

SUMBER :  http://hargo.co.id/berita/14-mahasiswa-singapura-dikabarkan-hilang-terjabak-banjir-di-pohuwato.html

No comments:

Post a Comment