Dikabarkan Hilang14 mahasiswa Nanyang Technologycall University, Singapura, saat ini sedang berada di Kabupaten Pohuwato.
SUMBER : http://hargo.co.id/berita/14-mahasiswa-singapura-dikabarkan-hilang-terjabak-banjir-di-pohuwato.html
Mereka belajar tentang pengelolaan
lingkungan di daerah ini. Hanya saja, baru beberapa hari di Pohuwato,
mereka sudah terjabak bencana banjir yang terjadi akibat kerusakan
lingkungan.
Bahkan ke 14 mahasiswa asal negeri Singa itu, sempat dikabarkan hilang pada Ahad (4/6) kemarin.
Kabar hilangnya mahasiswa Singapura ini
dikaitkan dengan bencana banjir yang melanda wilayah Pohuwato dalam
beberapa hari terakhir. Meraka dikabarkan terjebak banjir dan hilang
kontak./ Informasi itu akhirnya menjadi pesan berantai di sejumlah grup
whatsapp.
Kabar tentang hilangnya 14 mahasiswa
asal Nannyang Technologycall University Singapura beredar di sejumlah
grup whatsapp milik warga, Ahad (4/6).
Dalam pesan berantai itu, dikabarkan tim
Burung Indonesia yang menangani mahasiswa Singapura melakukan
penelitian di Pohuwato itu, kehilangan kontak dengan mereka. Dimana,
mahasiswa asal Singapura yang saat itu berada di Desa Mekar Jaya,
Kabupaten Pohuwato, yang sebelumnya dikabarkan diterjang banjir.
Sontak informasi ini langsung beredar luas di kalangan masyarakat.
Kabar ini buru-buru dibantah tim Burung
Indonesia. Kepada Gorontalo Post, Ahad (4/6), Kepala Program Manager
Burung Indonesia Gorontalo, Amsuryawarman Amsa mengatakan, 14 mahasiswa
Singapura itu hanya sempat sulit dihubungi.
Namun ia tidak membantak jika mereka
terjebak banjir di Desa Lembah Permai, Kecamatan Wonggarasi, Kabupaten
Pohuwato. Siang kemarin, sekira pukul 12.00 wita, ke 14 mahasiswa itu
telah berhasil dievakuasi ke Desa Makar Jaya, Kecamatan Taluditi,
Pohuwato.
“Mereka baik-baik saja kok, hanya saja,
tadi pagi (kemarin,red) kami sedikit kesulitan untuk berkomunikasi
dengan mereka, karena signal telkomsel di wilayah sana mendadak mati
total,”katanya.
Karena sulit dihubungi, pihaknya langsung melakukan sejumlah upaya, termasuk evakuasi.
“Karena kami khawatir dengan kondisi mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut Amsuryawarman menambahkan,
proses evakuasi terhadap mahasiswa Singapura itu dilakukan langsung oleh
Tim SAR dari Kabupaten Pohuwato, yang langsung diperintahkan oleh
Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga.
“Sebelumnya ada enam mahasiswa Singapura
yang memang berada di Desa Lembah Permai itu, dan khawatirnya mereka
akan terjebak banjir karena di dekat desa itu ada sungai Malango yang
memang dalam keadaan meluap,” tambahnya. Namun saat ini menurut
Amsuryawarman, secara umum kondisi seluruh mahasiswa itu dalam keadaan
baik.
Kepala Baperlitbangda Pohuwato, Irfan
saleh juga mengatakan mahasiswa asal Singapura yang berjumlah 14 orang
telah dievakuasi ke Kecamatan Taluditi, akibat terjadinya bencana
banjir.
Seperti diketahui, Kedatangan 14 orang
mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) Singapura ke Pohuwato
untuk untuk belajar tentang cara menjaga lingkungan.
Pohuwato dipilih karena memiliki
keberagaman hayati. Mereka diterima secara resmi oleh Wakil Bupati
Pohuwato Amin Haras di Marisa, pada Jumat (2/6).
Kedatangan mereka merupakan implementasi
kesepakatan antara Burung Indonesia dengan Pemda Pohuwato tentang
Program Restorasi Ekosistem dan Pengelolaan Bentang Alam Berkelanjutan
di Pohuwato.SUMBER : http://hargo.co.id/berita/14-mahasiswa-singapura-dikabarkan-hilang-terjabak-banjir-di-pohuwato.html

No comments:
Post a Comment