Pasca kebakaran yang menghanguskan rumah kayu milik salah satu pembina Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Barru, KH Abbas Remmang Lc, untuk sementara waktu numpang di rumah keluarga di Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja.
Lokasi rumah keluarga KH Abbas Remmang itu, berkisar dua kilometer dari tempat kejadian, kata Kusnadi Tabsir, anak mantu Abbas Remmang.
”Menghadapi kejadian itu, bapak (KH Abbas Remmang: red) biasa- biasa saja. Beliau memahami benar hakikat musibah, itu ketentuan dan takdir Allah yang sulit dihindari”, ungkap Kusnadi SE, MSi yang juga salah seorang dosen ini.
Ditambahkannya, sebagai tanda keprihatinan, beberapa menit setelah kejadian, sejumlah keluarga,pengurus masjid dan serta kerabat dari pesantren menemui Gurutta H.Abbas Remmang.
Terkait musibah kebakaran, Kusnadi menglarifikasi berita yang beredar dan menyebutkan, saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong.
”Saat kejadian, saat kejadian, dalam rumah terdapat tujuh orang, termasuk seorang bayi berusia satu bulan,” tandas Kusnadi.
Dijelaskannya, usai salat idhul Fitri di Masjid Agung Mangkoso, Ahad (25/6), Gurutta H.Abbas Remmang silaturahim ke rumah Ketua MUI Barru, AG Prof Dr H Faried Wajeddy, MA.
Setelah silaturahim dan kembali rumah, Gurutta masih sempat terima tamu hingga api berkobar. Saat kejadian, gurutta ada di rumah, ujar Kusnadi.
Sebelumnya diberitakan, beberapa jam setelah salat iedul Fitri, Ahad (25/6) rumah Hj.Asiah dilalap api.
Selanjutnya lidah api menjalar ke rumah tetangga, KH Abbas Remmang LC di Kampung Tuingnge, Kecamatan Soppeng Riaja.
Lokasi rumah keluarga KH Abbas Remmang itu, berkisar dua kilometer dari tempat kejadian, kata Kusnadi Tabsir, anak mantu Abbas Remmang.
”Menghadapi kejadian itu, bapak (KH Abbas Remmang: red) biasa- biasa saja. Beliau memahami benar hakikat musibah, itu ketentuan dan takdir Allah yang sulit dihindari”, ungkap Kusnadi SE, MSi yang juga salah seorang dosen ini.
Ditambahkannya, sebagai tanda keprihatinan, beberapa menit setelah kejadian, sejumlah keluarga,pengurus masjid dan serta kerabat dari pesantren menemui Gurutta H.Abbas Remmang.
Terkait musibah kebakaran, Kusnadi menglarifikasi berita yang beredar dan menyebutkan, saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong.
”Saat kejadian, saat kejadian, dalam rumah terdapat tujuh orang, termasuk seorang bayi berusia satu bulan,” tandas Kusnadi.
Dijelaskannya, usai salat idhul Fitri di Masjid Agung Mangkoso, Ahad (25/6), Gurutta H.Abbas Remmang silaturahim ke rumah Ketua MUI Barru, AG Prof Dr H Faried Wajeddy, MA.
Setelah silaturahim dan kembali rumah, Gurutta masih sempat terima tamu hingga api berkobar. Saat kejadian, gurutta ada di rumah, ujar Kusnadi.
Sebelumnya diberitakan, beberapa jam setelah salat iedul Fitri, Ahad (25/6) rumah Hj.Asiah dilalap api.
Selanjutnya lidah api menjalar ke rumah tetangga, KH Abbas Remmang LC di Kampung Tuingnge, Kecamatan Soppeng Riaja.

No comments:
Post a Comment