Mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, apalagi ada tanda-tanda, potensial merenggut korban jiwa, sangat diharapkan Dinas PU Provinsi Sulsel perbaiki jembatan Sikapa di Desa Lepang, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.
Harapan itu dikemukakan, Kapolres Barru,AKBP DR H Burhaman,SH,MH saat meninjau kondisi teraktual jembatan Sikapa yang berlantai balok kayu itu, Selasa (27/6).
Dalam kunjungannya, kapolres yang terkesan sangat atensi terhadap kondisi jembatan Sikapa itu didampingi sejumlah anggota Satlantas Barru. Atensi cukup beralasan, karena banyak pengguna jalan mengeluh.
Dalam beberapa hari terakhir, kepadatan di kawasan tersebut memang terlihat barisan kendaraan panjang, pasalnya kendaraan harus antre saat melintasi jembatan Sikapa.
Mencermati situasi lapangan, kapolres perintahkan penambahan personel Satlantas. Sebelumnya hanya empat orang, lalu diperkuat jadi 14 personel.
Langkah lain yang dilakukan, kapolres memerintahkan pemasangan spanduk, berisi ajakan informasi, agar warga menggunakan jalan alternatif.
Tujuannya, meminimalkan antrean panjang kendaraan di kawasan jembatan Sikapa.
Dibagian lain, Doktor Hukum Unhas ini juga menegaskan, tidak ada lagi pungutan liar seperti yang biasa terjadi dan dikeluhkan sejumlah pengguna jalan di areal jembatan Sikapa. Apapun alasannya, hukum tak membenarkan pungutan liar (pungli).
Mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, kapolres sangat berharap Dinas PU Provinsi memikirkan serius upaya perbaikan jembatan yang dinilai sangat vital itu.
Jembatan Sikapa di Desa Lempang masuk area jalan provinsi. Jembatan itu, merupakan sarana perhubungan antara kabupaten Barru dengan Kabupaten Soppeng.
Sejumlah warga menjelaskan, jembatan Sikapa rusak beberapa waktu lalu akibat hantaman banjir.
Ironisnya, hingga kini belum ada informasi pasti kapan akan diperbaiki
Harapan itu dikemukakan, Kapolres Barru,AKBP DR H Burhaman,SH,MH saat meninjau kondisi teraktual jembatan Sikapa yang berlantai balok kayu itu, Selasa (27/6).
Dalam kunjungannya, kapolres yang terkesan sangat atensi terhadap kondisi jembatan Sikapa itu didampingi sejumlah anggota Satlantas Barru. Atensi cukup beralasan, karena banyak pengguna jalan mengeluh.
Dalam beberapa hari terakhir, kepadatan di kawasan tersebut memang terlihat barisan kendaraan panjang, pasalnya kendaraan harus antre saat melintasi jembatan Sikapa.
Mencermati situasi lapangan, kapolres perintahkan penambahan personel Satlantas. Sebelumnya hanya empat orang, lalu diperkuat jadi 14 personel.
Langkah lain yang dilakukan, kapolres memerintahkan pemasangan spanduk, berisi ajakan informasi, agar warga menggunakan jalan alternatif.
Tujuannya, meminimalkan antrean panjang kendaraan di kawasan jembatan Sikapa.
Dibagian lain, Doktor Hukum Unhas ini juga menegaskan, tidak ada lagi pungutan liar seperti yang biasa terjadi dan dikeluhkan sejumlah pengguna jalan di areal jembatan Sikapa. Apapun alasannya, hukum tak membenarkan pungutan liar (pungli).
Mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, kapolres sangat berharap Dinas PU Provinsi memikirkan serius upaya perbaikan jembatan yang dinilai sangat vital itu.
Jembatan Sikapa di Desa Lempang masuk area jalan provinsi. Jembatan itu, merupakan sarana perhubungan antara kabupaten Barru dengan Kabupaten Soppeng.
Sejumlah warga menjelaskan, jembatan Sikapa rusak beberapa waktu lalu akibat hantaman banjir.
Ironisnya, hingga kini belum ada informasi pasti kapan akan diperbaiki

No comments:
Post a Comment