Dari sekian kasus pembunuhan sepanjang 2017, nama Olvia Carolina, janda cantik yang ditemukan tewas di Pantai Manggar, Balikpapan Timur, pada 18 Maret lalu termasuk yang menyita perhatian publik. Namun hingga kini, belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Padahal, dua kasus pembunuhan sadis di Muara Rapak dan terbaru di Perum Daksa, polisi berhasil cepat mengungkapnya.
Kasat Reskrim Polres Balikpapan, AKP Kalfaris T Lalo menyebut, kasus Olivia masih dalam tahap penyelidikan. Sebenarnya sudah ada terduga pelaku. Bahkan identitasnya sudah diketahui. Namun, pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih. Karena masih memperkuat alat bukti yang ditemukan pihaknya.
“Sudah ada terduga pelaku. Namun, fokus kami saat ini adalah memperkuat alat bukti yang kami temukan. Seperti ponsel korban yang tertinggal dan ditemukan oleh sekuriti di Bandara Internasional Sepinggan. Untuk itu kami bekerja sama dengan Bareskrim Polri. Karena alat mereka lebih canggih untuk pengungkapan kasus seperti ini,” ujar Kalfaris, kemarin (17/6).
Sejumlah fakta muncul. Dalam hasil autopsi terhadap jasad Olivia, diketahui perempuan asal Indramayu, Jawa Barat, belum tewas saat dibuang di pinggir pantai. Ini dapat dilihat dari kerutan di tangan korban. Indikasi jika saat dibuang tanpa busana, kondisinya sedang kritis.
“Dua luka di dada dan kepala korban. Dipastikan korban masih hidup saat dibuang di pantai. Upaya autopsi sudah maksimal. Jadi, kami tidak akan lagi melakukan autopsi ulang. Fokus ke penguatan alat bukti. Jangan sampai pelaku ini membuat alibi dan menyangkal perbuatannya,” tegasnya. Tidak menutup kemungkinan, ujar dia, pelaku lebih dari satu orang. Karena itu penyelidikan yang dilakukan pihaknya tidak ingin dibagi secara vulgar.
Mengingat hal itu mampu melepas pelaku dari jerat kejahatannya. “Yang bisa kami sampaikan, kami masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya
Kasat Reskrim Polres Balikpapan, AKP Kalfaris T Lalo menyebut, kasus Olivia masih dalam tahap penyelidikan. Sebenarnya sudah ada terduga pelaku. Bahkan identitasnya sudah diketahui. Namun, pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih. Karena masih memperkuat alat bukti yang ditemukan pihaknya.
“Sudah ada terduga pelaku. Namun, fokus kami saat ini adalah memperkuat alat bukti yang kami temukan. Seperti ponsel korban yang tertinggal dan ditemukan oleh sekuriti di Bandara Internasional Sepinggan. Untuk itu kami bekerja sama dengan Bareskrim Polri. Karena alat mereka lebih canggih untuk pengungkapan kasus seperti ini,” ujar Kalfaris, kemarin (17/6).
Sejumlah fakta muncul. Dalam hasil autopsi terhadap jasad Olivia, diketahui perempuan asal Indramayu, Jawa Barat, belum tewas saat dibuang di pinggir pantai. Ini dapat dilihat dari kerutan di tangan korban. Indikasi jika saat dibuang tanpa busana, kondisinya sedang kritis.
“Dua luka di dada dan kepala korban. Dipastikan korban masih hidup saat dibuang di pantai. Upaya autopsi sudah maksimal. Jadi, kami tidak akan lagi melakukan autopsi ulang. Fokus ke penguatan alat bukti. Jangan sampai pelaku ini membuat alibi dan menyangkal perbuatannya,” tegasnya. Tidak menutup kemungkinan, ujar dia, pelaku lebih dari satu orang. Karena itu penyelidikan yang dilakukan pihaknya tidak ingin dibagi secara vulgar.
Mengingat hal itu mampu melepas pelaku dari jerat kejahatannya. “Yang bisa kami sampaikan, kami masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya

No comments:
Post a Comment