Wujud kepedulian seorang pemimpin ditunjukkan, Plt Bupati Barru
Suardi Saleh terhadap warganya, Selasa 20 Juni, dengan mengunjungi rumah
Idina (71), warga di Desa Siddo, Kecamatan Soppeng Riaja. Idina
merupakan warga miskin yang tinggal sendiri di gubuknya, dengan kondisi
kedua mata yang sudah tidak bisa melihat lagi.
Disela kunjungannya, mantan Kadis PU Pinrang itu terlihat berbincang-bincang dan memberikan semangat kepada Idina. Melihat kondisi rumahnya, pemerintah akan segera memperbaki. Selain itu pemerintah juga akan berusaha memberikan pengobatan agar kedua matanya bisa melihat kembali. Dalam kesempatan itu, plt Bupati juga memberikan bantuan. Kunjungan orang no satu di Barru itu, sekaligus menjawab respon masyarakat melalui media sosial.
Dari pengakuan Idina yang tinggal sendirian itu mengakui, biasa tidak makan dalam sehari. Bahkan kata dia, pernah tidak makan lima hari lima malam karena kehabisan beras. “Saya selalu kelaparan, bahkan pernah saya tidak makan selama lima hari,”ungkapnya. Rumah yang ditempatinya adalah pemberian orang, tanahnya hanya numpang sementara.
Ia menuturkan, makanan yang ia biasa makan setiap harinya adalah pemberian dari tetangganya. “Kalau tidak ada makanan, saya biasa makan garam saja,” ungkapnya. Idina mengakui punya satu orang saudara, namun tinggal di Makassar. Ia juga punya anak tiga orang, satu sudah meninggal dan duanya merantau sampai saat ini tidak ada kabar. “Saya punya tiga orang anak, satu meninggal dan lainnya pergi merantau dan tidak ada kabarnya, entah di mana sekarng,” pilunya.
Disela kunjungannya, mantan Kadis PU Pinrang itu terlihat berbincang-bincang dan memberikan semangat kepada Idina. Melihat kondisi rumahnya, pemerintah akan segera memperbaki. Selain itu pemerintah juga akan berusaha memberikan pengobatan agar kedua matanya bisa melihat kembali. Dalam kesempatan itu, plt Bupati juga memberikan bantuan. Kunjungan orang no satu di Barru itu, sekaligus menjawab respon masyarakat melalui media sosial.
Dari pengakuan Idina yang tinggal sendirian itu mengakui, biasa tidak makan dalam sehari. Bahkan kata dia, pernah tidak makan lima hari lima malam karena kehabisan beras. “Saya selalu kelaparan, bahkan pernah saya tidak makan selama lima hari,”ungkapnya. Rumah yang ditempatinya adalah pemberian orang, tanahnya hanya numpang sementara.
Ia menuturkan, makanan yang ia biasa makan setiap harinya adalah pemberian dari tetangganya. “Kalau tidak ada makanan, saya biasa makan garam saja,” ungkapnya. Idina mengakui punya satu orang saudara, namun tinggal di Makassar. Ia juga punya anak tiga orang, satu sudah meninggal dan duanya merantau sampai saat ini tidak ada kabar. “Saya punya tiga orang anak, satu meninggal dan lainnya pergi merantau dan tidak ada kabarnya, entah di mana sekarng,” pilunya.

No comments:
Post a Comment