Monday, May 29, 2017

Siangnya Puasa, tapi Malam Tidak Salat Tarawih, Puasa Kita Diterima atau Tidak? Berikut Jawabannya


Bagaimana hukumnya puasa jika tidak salat tarawih?

Mungkin pertanyaan itu sering muncul dalam benak kita.

Dikutip dari laman Konsultasisyariah.com pada artikel berjudul Hukum Puasa Tanpa Salat Tarawih, berikut adalah jawabannya.

salat tarawih hukumnya tidak wajib.

Sebagaimana salat malam lainnya, hukumnya tidak wajib.

Pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, salat tarawih berjamaah hanya dikerjakan selama tiga malam.

Abu Dzar menceritakan, "Kami berpuasa bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada bulan Ramadan."

"Beliau tidak pernah mengimami salat malam sama sekali, hingga Ramadan tinggal tiga hari."

"Pada H-7 beliau mengimami kami salat malam, hingga berlalu sepertiga malam."

"Kemudian pada H-6, beliau tidak mengimami kami. Hingga pada malam H-5, beliau mengimami kami salat malam hingga berlalu setengah malam."




"Kamipun meminta beliau, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana jika kita tambah salat tarawih hingga akhir malam?’"

"Kemudian beliau bersabda, ‘Barangsiapa yang salat tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai, maka dia mendapat pahala salat tahajud semalam suntuk.’"

"Kemudian H-4, beliau tidak mengimami jamaah tarawih, hingga H-3, beliau kumpulkan semua istrinya dan para sahabat."

"Kemudian beliau mengimami kami hingga akhir malam, sampai kami khawatir tidak mendapatkan sahur."

"Selanjutnya, beliau tidak lagi mengimami kami hingga Ramadan berakhir." (HR Nasai 1605, Ibn Majah 1327 dan dishahihkan Al-Albani).

Kesimpulan yang bisa garis bawahi dari hadis di atas, bahwa para sahabat pada beberapa malam mereka tidak salat tarawih berjamaah, meskipun bisa jadi mereka salat tahajud di masjid.

Akan tetapi mereka juga puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadaknya.

Karena itu, puasa tanpa tarawih hukumnya sah, karena tarawih bukan syarat sah puasa Ramadan.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan awal puasa Ramadan jatuh pada hari ini, Sabtu (27/5/2017).




Umat Islam akan menjalani puasa mulai dari terbitnya fajar hingga kumandang azan magrib atau sekitar 13 jam.

Namun, durasi puasa di Indonesia dengan di negara lain tentunya berbeda-beda.

Ada negara yang menjalani puasa hingga 20 jam lebih, namun ada pula yang hanya berpuasa dibawah 10 jam.

Berikut tiga negara dengan durasi puasa terlama serta tiga negara dengan durasi puasa tercepat dan terlama.

Pertama, mari baca informasi negara-negara yang mengalami durasi puasa terlama.

1. Skandinavia

Negara-negara yang termasuk dalam Skandinavia, seperti Swedia, Finlandia dan Norwegia tengah memasuki musim panas dan matahari terbit sangat lama yaitu 21 jam.

hal ini menjadikan puasa di wilayah ini merupakan puasa terlama di dunia.

Meski durasinya hampir seharian, masih banyak umat muslim di sana yang mampu mengikuti puasa.

Namun, banyak ulama memperbolehkan umat muslim di sana untuk berbuka di waktu yang sama dengan Arab Saudi atau Turki.



2. Rusia
Rusia merupakan salah satu negara yang terletak di belahan utara bumi, sehingga pada musim panas wilayah ini disinari sinar matahari selama 22 jam.
Umat muslim disana harus menjalani puasa mulai pukul 03:15 waktu setemmpat sampai berbuka pada pukul 21:37 waktu setempat.
Kota Saint Petersburg merupakan salah satu kota dengan waktu siang yang cukup lama.
Pada puasa tahun lalu, Rusia memasuki musim panas sehingga berpuasa di kota itu menjadi lebih panjang.
3. Inggris
Tak jauh berbeda dengan di negara Eropa lainnya, umat muslim di Inggirs juga menjalani puasa dengan durasi yang cukup lama.
Mereka melakukan puasa selama 17 jam 14 menit atau 2,5 jam, lebih pendek dari waktu berpuasa di Rusia.
Puasa tercepat
Berikut tiga negara dengan durasi puasa terpendek di dunia.
1. Chili
Negara yang terletak di Amerika Selatan ini total berpuasa selama 9 jam dan 12 menit.
Imsak di Chili jatuh pada pukul 5.31 waktu setempat, dan mereka berbuka puasa pada pukul 15.00 waktu setempat.
Umat muslim disana lebih beruntung dibanding umat muslim di negara Eropa yang memiliki durasi lebih panjang.
2. Australia
Negara tetangga, Australia duasi puasanya kurang dari setenah hari, yakni hanya 11 jam 50 menit.
Beberapa umat muslim di Australia mengaku tidak terlalu banyak tantangan, karena waktu bepuasa sangat pendek.
Restoran-restoran berlebel halal juga banyak ditemukan di kawasan Sydney Road, yang menjadi kawasan hunian banyak imigran dari Timur Tengah yang mayoritas beragama Islam.
3. Argentina
Masyarakat muslim di negara ini akan menjalankan puasa dengan durasi sekitar sembilan jam dan 37 menit atau sepertiga hari.
Argentina merupakan negara yang terletak di Amerika Latin dengan ibu kota Buenos Aires.
Meskipun jumlah masyarakat muslim di negara tersebut terbilang minoritas, namun warga nonmuslim Argentina dinilai sangat menghormati ibadah puasa.

No comments:

Post a Comment