Lagi-lagi puluhan pasangan mesum
terjaring operasi Justitia menyisir sejumlah tempat hiburan malam, hotel
melati, Kos-kosan hingga lokasi karaoke yang selama ini diduga menjadi
langganan terjadinya tindakan asusila di wilayah Kota Gorontalo, Sabtu
(15/4).
Alhasil dalam razia yang melibatkan unsur
Pemda, Polri, dan TNI itu berhasil menjaring diantaranya 10 Pasangan
diluar nikah, 20 warga tanpa identitas, 20 botol miras berbagai jenis,
dan 3 kaleng lem Eha-Bond.
Razia ini sendiri, dimulai sejak pukul
22.00 wita dan berakhir sekitar pukul 02.00 wita. Tim awalnya
mengamankan merazia di sejumlah tempat kos, setelah itu operasi
dilanjutkan salah satu tempat karaoke terbesar di Kota Gorontalo.
Dari lokasi yang dipenuhi wanita cantik berpakaian mini itu, polisi tidak menemukan satu orang pun yang terlibat kasus kriminal.
Barulah saat petugas merazia tempat
karaoke yang terletak di dekat Taman Kota Gorontalo, polisi menemukan
sejumlah pengunjung yang kedapatan tidak membawa tanda pengenal apapun.
Petugas pun langsung membawa mereka ke
mobil Dalmas Satpol PP. Namun uniknya, salah seorang ibu rumah tangga
yang kedapatan tidak membawa KTP, berusaha melawan petugas dan enggan
untuk digiring ke mobil Dalmas petugas.
Bahkan, ibu tersebut balik memarahi
petugas satpol yang hendak membawanya. Para anggota Satpol pun nampak
tenang dan tetap membawa ibu itu.
Selanjutnya, razia kembali dilanjutkan menuju ke Terminal 42 Kota Gorontalo. Namun ditengah jalan,
mobil milik Kaban Kesbangpol (Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik) Kota Gorontalo, Arifin Mohammad, berhenti
di salah satu gang dekat SMP Negeri 8 Kota Gorontalo. Arifin dan
sejumlah anggota Satpol dan TNI nampak mendatangi segerombolan anak muda
yang diduga tengah berpesta minuman keras (miras).
Dan dugaan mereka ternyata benar,
sekolompok anak muda yang setelah digeledah ternyata masih berstatus
mahasiswa itu, tengah berpesta miras.
Polisi pun langsung membawa mereka untuk
diamankan. Namun tak berhenti disitu, petugas ternyata juga melakukan
pengejaran terhadap salah seorang remaja yang diduga tidak menyangka
akan ada razia.
Bahkan, remaja itu bahkan nekat
bersembunyi dibagikan atap kos-kosan yang terletak tidak jauh dari
tempat itu. Petugas pun melakukan pengejaran dan berhasil meringkusnya.
Kepada Gorontalo Post, Kaban Kesbangpol
(Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) Kota Gorontalo, Arifin Mohammad
mengatakan, Operasi Justitia ini merupakan salah satu agenda bulanan
pemerintah Kota Gorontalo.
Tujuannya, menurut Arifin, untuk
menciptakan rasa aman dan nyaman untuk warga Kota Gorontalo. “Operasi
Justitia ini digelar untuk memberantas segala bentuk penyakit masyarakat
yang ada di Kota Gorontalo.
Hal yang sama juga disampaikan oleh
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Gorontalo, Abubakar Luwiti.
Menurutnya, untuk pasangan mesum yang terjaring razia akan dilakukan
pembinaan khusus.
Bahkan, akan diundang orang tuanya jika
memang masih tergolong dibawah umur. “Barang bukti miras akan kami
musnahkan, sedangkan untuk yang tidak punya KTP, selain kita bina juga
akan dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi
perbuatannya,” tegasnya.
Abubakar juga menambahkan, kedepannya razia ini akan semakin intensif digelar, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.
No comments:
Post a Comment