Seorang wanita bernama Emily Jordan tidak bisa menjadi seorang ibu yang seutuhnya karena ia didiagnosa mengidap kanker serviks. Mendengar hal ini jelas saja membuatnya sedih. Sebab, memiliki anak adalah impiannya bersama suaminya.
Emily mengidap kanker serviks saat usianya 29 tahun, dan dokter menyarankan ia untuk melakukan Histerektomi atau pengangkatan rahim. Akhirnya, ia bersama sang suami pun menyetujui saran dokter demi keselamatan istrinya. Meskipun ia harus merelakan calon buah hati yang sedang di kandungnya itu.
Tapi saat itu dia juga mendapatkan kabar bahagia. Ibu Emily, Cindy Reutzel, tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa ia siap menjadi ibu pengganti dengan cara meminjamkan rahimnya untuk mengandung bayi di dalam kandungan Emily.
Hal ini dilakukannya dengan tujuan agar Emily bisa memiliki anak serta menjadi orangtua seperti pasangan suami istri pada umumnya.
Wanita berusia 50 tahun itu mengaku sedih ketika mendengar anaknya mengidap kanker serviks. Oleh karena itu, ia membuat keputusan yang mengejutkan itu.
Cindy pun langsung menjalani prosedur manipulasi hormonal dan evaluasi psikologis untuk mempersiapkan tubuhnya agar bisa hamil. Akhirnya, spesialis fertilisasi, Dr. Helen Kim menanamkan embrio dari Rahim Emily ke Rahim Cindy untuk berkembang seperti layaknya janin normal pada umumnya.
Untungnya, operasi tersebut berjalan lancar dan sesuai dengan harapan Cindy. Bayi yang ada di dalam kandungannya berkembang dengan baik.
Setelah 9 bulan berlalu, Cindy melahirkan bayi sekaligus cucunya dengan sehat. Bayi itu diberi nama Elle Cynthia.
Kisah ini telah membuktikan bahwa seorang ibu rela berkorban walaupun nyawa taruhannya. Dan hal ini dilakukannya karena ibu memiliki rasa cinta dan sayang yang tidak ada habisnya.
Emily mengidap kanker serviks saat usianya 29 tahun, dan dokter menyarankan ia untuk melakukan Histerektomi atau pengangkatan rahim. Akhirnya, ia bersama sang suami pun menyetujui saran dokter demi keselamatan istrinya. Meskipun ia harus merelakan calon buah hati yang sedang di kandungnya itu.
Tapi saat itu dia juga mendapatkan kabar bahagia. Ibu Emily, Cindy Reutzel, tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa ia siap menjadi ibu pengganti dengan cara meminjamkan rahimnya untuk mengandung bayi di dalam kandungan Emily.
Hal ini dilakukannya dengan tujuan agar Emily bisa memiliki anak serta menjadi orangtua seperti pasangan suami istri pada umumnya.
Wanita berusia 50 tahun itu mengaku sedih ketika mendengar anaknya mengidap kanker serviks. Oleh karena itu, ia membuat keputusan yang mengejutkan itu.
Cindy pun langsung menjalani prosedur manipulasi hormonal dan evaluasi psikologis untuk mempersiapkan tubuhnya agar bisa hamil. Akhirnya, spesialis fertilisasi, Dr. Helen Kim menanamkan embrio dari Rahim Emily ke Rahim Cindy untuk berkembang seperti layaknya janin normal pada umumnya.
Untungnya, operasi tersebut berjalan lancar dan sesuai dengan harapan Cindy. Bayi yang ada di dalam kandungannya berkembang dengan baik.
Setelah 9 bulan berlalu, Cindy melahirkan bayi sekaligus cucunya dengan sehat. Bayi itu diberi nama Elle Cynthia.
Kisah ini telah membuktikan bahwa seorang ibu rela berkorban walaupun nyawa taruhannya. Dan hal ini dilakukannya karena ibu memiliki rasa cinta dan sayang yang tidak ada habisnya.

No comments:
Post a Comment