Jajaran Polres Pohuwato saat ini sementara melakukan pemburuan terhadap tersangka pencurian dana ADD yang terjadi di depan kantor BPKAD pada 10 Oktober lalu. Maklum, dana desa milik Wanggarasi Timur nyaris ludes dicuri dari bagasi motor bendahara.
Dari data yang diperoleh Gorontalo Post, kejadian pencurian dana desa itu terjadi pada 10 Oktober lalu sekitar Pukul 12.00 Wita di depan kantor BPKAD. Awalnya, korban Nurmila Antuna (24) warga Desa Wanggarasi Tengah, Kecamatan Wanggarasi Tengah yang menjabat sebagai Bendahara Desa Wanggarasi Tengah diminta oleh kepala desa untuk mencairkan dana desa di Bank SulutGo.
Ketika tiba di Bank SulutGo sekitar Pukul 10.00 Wita, Nurmila Antuna melakukan pengurusan pencairan dana sebesar Rp 154 juta dan baru keluar dari bank sekitar Pukul 12.00 Wita. Pada saat keluar dari bank, dirinya menuju ke sepeda motor yang terparkir disebelah kiri bank yakni motor beat putih dengan nomor Polisi DM 2876 DK.
Pada saat itu korban melihat ada dua lelaki yang duduk di salah satu motor yang terparkir tak jauh darinya. Nurmila Antuna pun tak menaruh curiga. Dirinya kemudian menuju kantor BPKAD untuk menemui Sekretaris Desa yang sementara mengikuti kegiatan pembahasan anggaran perubahan.
Ketika berada kurang lebih 30 menit di dalam kantor, korban bersama Sekdes keluar dari kantor BPKAD. Namun pada saat melihat parkiran, motor yang terparkir sudah tidak ada lagi ditempatnya. Menurut salah seorang saksi yang tak lain adalah rekan korban, motor korban sudah berada di depan kantor Bappeda yang berada tepat didepan kantor BPKAD.
Korban dan Sekdes bergegas menuju kearah jalan dan menemukan ada seorang lelaki yang berupaya untuk membuka bagasi motor dan langsung menaiki sepeda motor mereka dengan jenis Suzuki Satria FU berwarna biru tanpa nomor kendaraan.
Sekdes pun langsung mengambil motor bendahara dan melakukan upaya pengejaran bersama pegawai BPKAD yang turut berada di dekat lokasi. Hanya saja saat berada di lokasi perumahan yang terletak di kawasan block plan, tersangka sudah menghilang dan tak ditemukan lagi. Sekdes kemudian menemui kembali bendaharanya yang ditinggalkan di kantor BPKAD.
Pada saat itu, dilakukan pengecekan uang yang disimpan di dalam bagasi motor dan ternyata telah hilang dana sebesar Rp 30 juta. Persoalan itu pun langsung dilaporkan kepada pihak Polres Pohuwato.
Setelah dilaporkan, anggota Buser Polres Pohuwato langsung menyisir kawasan perumahan. Namun tidak menemukan para pelaku, hanya saja sepeda motor Suzuki FU warna biru didapati terparkir dipinggir jalan di kawasan perumahan. Barang bukti itu pun langsung diamankan.
Kapolres Pohuwato AKBP Agus Sutrisno,SIK melalui Kasat Reskrim AKP Deni Muhtamar melalui Kanit III, Aipda Yoptan Frans menjelaskan, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, pihaknya telah mengantongi identitas tersangka dan kini sementara dilakukan pengejaran terhadap tersangka.
“Tersangka berinisial S dan merupakan warga asal Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat ini kami pun terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari tersangka tersebut. Kami pun telah mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor yakni milik korban dan yang dipergunakan oleh pelaku, rekaman CCTV yang ada di kantor BPKAD serta rekaman yang ada di Bank SulutGo,” pungkasnya.
SUMBER BACAAN : "http://hargo.co.id/baca.berita.naruh-uang-dibagasi-motor-dana-desa-wanggarasi-timur-nyaris-ludes-dicuri/2

No comments:
Post a Comment